Mar 05 2008
resah
Semakin banyak saja orang yang mengeluh, tidak tenang dengan hidupnya, dihantui ketakutan yang kadang tidak beralasan. Bukankah ketakutan merupakan salah satu produk dari canggihnya akal budi kita, disamping produk lain yang tentunya lebih populer yaitu kebudayaan. Jika kita boleh menerima kebudayaan meski dengan tergagap-gagap, mengapa harus payah dalam menerima ketakutan?
sudahlah, ini hanya pertanyaan tolol