Mei 30 2008

Angin

Published by iway at 4:55 pm under harian

Kita tidak bisa melihat angin, mungkin karena keterbatasan indera penglihatan kita, namun ketika angin meniup pohon, kita bisa melihat daun-daun dan batangnya  bergerak bergoyang-goyang tertiupnya. Semakin kencang angin bertiup semakin hebat gerakan pohon karenanya.

Demikian pula dengan iman dan amal shaleh. Iman ibarat angin dan amal shaleh seperti pohon tertiup angin. Semakin tinggi iman semakin dahsyat gerakan pohon karena tiupannya, karena iman berbanding lurus dengan amal shaleh.

3 Responses to “Angin”

  1. latreeon 30 Mei 2008 at 5:45 pm

    dan semakin tinggi pohon, semakin kencanglah sang angin meniupnya, di mana angin adalah godaan…

    yak! padahal baru mau jadi bahan posting berikutnya :D

  2. Princeon 30 Mei 2008 at 5:47 pm

    Sesuatu yang tak bisa dilihat bukan berarti tidak ada.
    Bahkan sesuatu yang tak bisa dilihat bisa ‘dilihat’ melalui keberadaannya.
    Meyakini keberadaan sesuatu yang tak terlihat adalah bagian dari iman.

    itu namanya dunia ghaib mas

  3. roveron 02 Jun 2008 at 8:53 pm

    Bukan cuma dunia ghaib mas, dalam artian seperti yang sering kita lihat di tivi. Tuhan juga tidak bisa dilihat tapi kita mengimani keberadaannya. Nabi tak juga kita lihat tapi kita mengimani kehadirannya. Hari pembalasan juga belum kita jumpai tapi kita imani kepastiannya.
    Tak ada, tak terlihat, tapi bukan berarti tiada.
    Dan anda benar, semakin tinggi keimanan seseorang, seharusnya berbias pada amal sholehnya.

    oops anda benar, tapi setahuku yang bisa kelihatan tapi ada tuh namanya ghaib, termasuk tuhan

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply